Makna di Balik Peringatan Hari Kesaktian Pancasila dan Hari Batik Nasional

  • Mas Admin
  • Disukai 0
  • Dibaca 400 Kali
Pancasila

MTs Negeri 5 Malang melakukan peringatan Hari Kesaktian Pancasila dengan melakukan upacara bendera pada hari Senin(2/10).  Bersamaan pula dengan Hari Batik Nasional, pada upacara ini para peserta didik dan dewan guru/staf karyawan MTs Negeri 5 Malang mengenakan baju batik yang menjadi warisan budaya bangsa. 

Hari Kesaktian Pancasila menjadi momen penting bagi generasi Z untuk memahami dan mengenang nilai-nilai Pancasila. Mereka perlu memahami bahwa Pancasila bukan hanya sekedar ideologi, tetapi juga sebagai panduan dalam kehidupan bermasyarakat.

Pancasila sebagai dasar negara Republik Indonesia memiliki lima sila yang menjadi pedoman bagi kehidupan berbangsa dan bernegara. Hari Kesaktian Pancasila diperingati setiap tanggal 1 Oktober untuk mengenang peristiwa G30S/PKI pada tahun 1965 yang mencoba menggulingkan pemerintahan yang sah dengan menggunakan kekerasan. Peristiwa ini memberikan pengaruh besar terhadap kesadaran nasional Indonesia terhadap pentingnya menjaga dan memahami nilai-nilai Pancasila.

Dalam pandangan Islam, Pancasila sangat ideal diterapkan di Indonesia yang ber-Bhineka Tunggal Ika. Pancasila sejalan dengan seluruh ajaran agama di Indonesia, terutama agama Islam. Dikutip dari buku berjudul “Pancasila berdasarkan Alquran dan Kitab Suci Agama Lainnya” karya KH M Abdul Haris Ridho, Lc, H Baharuddin, SE, H Arief Muttaqien dkk, menjelaskan bahwa mengamalkan setiap sila Pancasila dalam kehidupan sehari-hari sejalan dengan nilai-nilai Alquran.

Sila pertama tentang Ketuhanan Yang Maha Esa, dapat dilaksanakan melalui kegiatan penanaman nilai-nilai agama, pengamalan toleransi beragama, serta mengembangkan pemahaman tentang syariat agama. Untuk itulah, mengenalkan ajaran agama pada anak sejak dini dapat membentuk karakter pelajar Pancasilais yang kuat.

Hari Kesaktian Pancasila dan Hari Batik Nasional memiliki kaitan yang erat dengan sejarah dan nilai-nilai kebangsaan Indonesia. Kedua hari peringatan ini mencerminkan semangat persatuan, keberagaman, dan kecintaan terhadap identitas budaya bangsa. Hari Batik Nasional dirayakan setiap tanggal 2 Oktober di Indonesia, tepat sehari setelah peringatan Hari Kesaktian Pancasila. Perayaan ini bertujuan untuk menghargai dan mempromosikan kekayaan warisan budaya Indonesia yang luar biasa, yaitu batik. Batik diakui sebagai Warisan Budaya Tak Benda oleh UNESCO pada tahun 2009.

Pemilihan tanggal 2 Oktober untuk perayaan Hari Batik Nasional memiliki kaitan dengan sejarah. Pada tanggal ini, mantan Presiden Indonesia, Ir. Soekarno, mengenakan batik pada saat pidatonya dalam Konferensi Asia-Afrika di Bandung pada tahun 1963. Pemakaian batik oleh Soekarno pada acara tersebut menjadi langkah penting dalam mempromosikan batik sebagai bagian dari identitas nasional Indonesia.

Perayaan Hari Batik Nasional memang sudah seharusnya diisi dengan berbagai kegiatan yang menunjukkan kecintaan dan apresiasi terhadap batik. Akan tetapi, Hari Batik Nasional bukan hanya tentang memakai batik sebagai pakaian tradisional, tetapi juga tentang memahami dan merayakan nilai-nilai budaya yang terkandung dalam seni dan proses pembuatan batik itu sendiri. Batik memiliki tempat yang istimewa dalam identitas bangsa Indonesia dan menjadi simbol keberagaman serta kekayaan budaya yang harus dilestarikan dan dihargai.

Secara keseluruhan, Hari Kesaktian Pancasila dan Hari Batik Nasional adalah bentuk perayaan dan proses penguatan rasa nasionalisme serta keberagaman budaya Indonesia. Selain itu, peringatan ini untuk mengingatkan masyarakat akan pentingnya mempertahankan dan menghargai warisan budaya serta nilai-nilai kebangsaan yang tercermin dalam Pancasila.


Berikan Komentar
Silakan tulis komentar dalam formulir berikut ini (Gunakan bahasa yang santun). Komentar akan ditampilkan setelah disetujui oleh Admin