Bakti Nyata Moderasi Beragama MTs Negeri 5 Malang

  • Mas Admin
  • Disukai 0
  • Dibaca 160 Kali
Bakti Nyata Moderasi Beragama MTs Negeri 5 Malang

Kab.Malang(MTsN5)- Bertepatan dengan hari Jumat, 28 Oktober 2022 kali ini bangsa Indonesia memperingati Hari Sumpah Pemuda yang ke-94. Bersamaan dengan itu, MTs Negeri 5 Malang mengadakan sebuah kegiatan yang bersejarah. Kegiatan ini mengusung tema “Bakti Nyata Moderasi Beragama MTs Negeri 5 Malang dalam rangka Sumpah Pemuda di SDK Santo Yohanes Purwodadi-Donomulyo”. Bentuk dari kegiatan ini adalah bakti sosial serta pentas seni di Sekolah Dasar Katolik yang berada di wilayah kecamatan Donomulyo Kabupaten Malang tersebut.

Mengawali kegiatan peringatan Hari Sumpah Pemuda kali ini MTs Negeri 5 Malang mengadakan apel di halaman madrasah. Dalam kesempatan ini ada yang tidak biasa; semua warga madrasah memakai pakaian adat dari berbagai daerah yang mencerminkan citra kebinekaan bagi  bangsa Indonesia. Dan berbagai macam corak pakaian adat yang dikenakan oleh warga Madrasah tersebut berhasil menciptakan keindahan yang luar biasa. Dengan jumlah peserta apel sekitar 900 orang dengan berbagai corak pakaian adat yang dikenakan, tampak sekali bahwa persatuan dari kebhinekaan memang benar-benar bisa diwujudkan.

Setelah apel selesai dilaksanakan, kegiatan yang berhasil dilaksanakan atas komunikasi baik antar dua lembaga pendidikan ini dipusatkan di SDK Santo Yohanes desa Purwodadi kecamatan Donomulyo. Dewan guru dan peserta didik MTs Negeri 5 Malang kemudian bertolak menuju SDK Santo Yohanes tersebut. Mengingat jumlah peserta didik di madrasah ini mencapai hampir 900 orang, maka ditentukan hanya dua puluh lima orang saja yang akan mengikuti acara bakti sosial di SDK Santo Yohanes. Dari sekian banyak peserta didik itu dipilih-lah yang mengenakan baju adat paling unik, sedangkan peserta didik yang tidak ikut bakti sosial tetap bisa melanjutkan pembelajaran seperti biasa.

Sesampainya di SDK Santo Yohanes kegiatan yang dilakukan adalah bakti sosial dan ikut serta dalam pentas seni di sekolah tersebut. Hal ini selaras dengan tema Hari Sumpah Pemuda yang diusung oleh Kementerian Pemuda dan Olah Raga; “Bersama Bangun Bangsa”.  Kebersamaan di antara peserta didik MTs Negeri 5 Malang yang beragama Islam dan peserta didik SDK yang merupakan umat Katolik dapat terwujud secara harmonis. Moderasi beragama yang digaungkan oleh Kemenag pun dapat terwujud secara nyata di sekolah ini.

Ning Tri Astutuik, kepala SDK Santo Yohanes dalam sambutannya sangat mengapresiasi upaya yang dilakukan oleh MTs Negeri 5 Malang dalam menjalin silaturrohmi di antara dua sekolah lintas agama ini. Perempuan yang berasal dari Pakisaji ini berharap dari kegiatan ini akan tertanam rasa toleransi di anatara para peserta didik. Kepala SDK itu sangat berbesar hati dengan keberadaan kegiatan peringatan sumpah pemuda di lembaganya. Hal ini lantaran bukan hanya kehadiran warga MTs Negeri 5 Malang saja tapi juga Korwil Dinas Pendidikan Donomulyo dan pengawas sekolah yang turut memberi support keberlangsungan sekolahnya.

Demikian pula dengan Ahmad Musthofa, kepala MTs Negeri 5 Malang ini berterima kasih setinggi-tingginya atas sambutan hangat serta kerja sama yang baik dari SDK Santo Yohanes. Masalah ibadah keagamaan adalah urusan masing-masing pemeluk agama, namun untuk kepentingan kemanusiaan sudah seharusnya ada jalinan silaturohmi dan kerja sama yang baik dari semua lapisan masyarakat dengan semua keberagamannya. 

Pada saat memberi kata sambutan, Daud Puji Slamet yang merupakan Korwil Dinas Pendidikan kecamatan Donomulyo juga mengapresiasi kedua lembaga pendidikan lintas agama ini. Profil Pelajar Pancasila dan Rahmatan Lil Alamin tampak nyata sekali wujudnya dalam acara yang digagas oleh kedua sekolah.

Pada saat kegiatan ini berlangsung, Romo Andreas Peni turut memberikan sambutan. Tokoh agama yang berasal dari Toraja itu tampak bahagia sekali melihat geliat moderasi beragama di wilayah yang berpenduduk mayoritas Islam ini. 

Di akhir acara ada penampilan dari peserta didik SDK Santo Yohanes yang membawakan tarian-tarian dengan diiringi lagu-lagu daerah. Masing-masing kelas di sekolah tingkat dasar itu memberikan penampilan yang berbeda-beda. Semua yang ikut menyaksikan ikut terhanyut dengan musik yang dibawakan. Tidak mau kalah, peserta didik dari MTs Negeri 5 Malang juga ikut unjuk penampilan. Nabila membawakan tari tradisional yang menghipnotis para penonton. Untuk menyempurnakan acara, Anisa Agustin dari kelas 9G membawakan lagu dari Andra and the Back Bone berjudul “sempurna.” 

Kiranya kegiatan ini bisa mengembuskan nuansa positif di Malang Selatan serta bagi bangsa Indonesia seluruhnya dalam menciptakan kerukunan antar umat beragama. Hal ini senada dengan apa yang disampaikan oleh Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Zainudin Amali bahwa Sumpah Pemuda 28 Oktober 1928 memberikan pelajaran tentang bagaimana menyikapi perbedaan sikap primordial, suku, agama, ras, dan kultur, serta berbagai kepentingan menjadi kekuatan, bukan sebagai faktor yang melemahkan


Berikan Komentar
Silakan tulis komentar dalam formulir berikut ini (Gunakan bahasa yang santun). Komentar akan ditampilkan setelah disetujui oleh Admin