Peringatan Hari Santri MTs Negeri 5 Malang

  • Mas Admin
  • Disukai 0
  • Dibaca 446 Kali
Peringatan Hari Santri Nasional

Di bulan Oktober ini bangsa Indonesia kembali memperingati moment penting, yaitu Hari Santri Nasional(HSN). Sejak ditetapkan oleh presiden Joko Widodo melalui Keputusan Presiden (Keppres) Nomor 22 Tahun 2015 Hari Santri Nasional telah diperingati beberapa kali di seluruh penjuru tanah air. 

MTs Negeri 5 Malang pun ikut ambil bagian dalam memperingati Hari Santri Nasional. Di madrasah ini HSN dilaksanakan pada hari Jumat, 21 Oktober 2022; sehari sebelum peringatan hari santri. Hal ini karena MTs Negeri 5  Malang menerapkan 5 hari kerja dimana pada hari Sabtu yang bertepatan dengan peringatan Hari Santri Nasional sedang libur.

Untuk memperingati Hari Santri Nasional, madrasah yang akrab disebut Tsanedo ini mengadakan apel di halaman madrasah. Semua warga madrasah mengenakan atribut yang menjadi ciri khas kaum santri. Peserta didik laki-laki mengenakan bawahan sarung gelap dan atasan busana muslim serta berkopyah. Sedangkan peserta didik perempuan mengenakan busana muslim berwarna putih dengan bawahan hitam. Untuk dewan guru serta staf MTs Negeri 5 Malang juga demikian, mengenakan pakaian khas pesantren.

Dalam amanat apel, Bapak Rukyan yang menjadi pembina apel berpesan kepada seluruh santriwan-santriwati Tsanedo untuk bersemangat dalam belajar dan memacu diri untuk meraih prestasi. Menjadi santri berprestasi tentunya akan semakin berpeluang untuk ikut mewarnai dalam memajukan bangsa Indonesia. Hal ini karena menjadi santri punya tanggung jawab untuk meneruskan dan memperjuangkan cita-cita para pendiri bangsa yang tidak lain adalah para alim dan ulama.

Apa yang disampaikan oleh pembina apel bersesuaian dengan tema hari santri yang diusung oleh Kementerian Agama Republik Indonesia pada tahun ini, yaitu "Berdaya Menjaga Martabat Kemanusiaan". Tema ini mencerminkan peran santri dalam sejarah bangsa karena selalu ada di setiap fase perjalanan bangsa Indonesia. Dan itulah yang diperjuangkan oleh Madrasah Tsanawiyah Negeri 5 Malang dalam usahanya mencetak generasi yang unggul di bidang IPTEK dan juga IMTAK.

Sejarah Hari Santri berawal dari fatwa 'Resolusi Jihad' yang disampaikan oleh KH Hasyim Asy'ari. Pada 22 Oktober 1945, KH Hasyim Asy'ari memimpin perumusan fatwa 'Resolusi Jihad' di kalangan kiai pesantren. Fatwa itu berisi kewajiban berjihad untuk mempertahankan Kemerdekaan Republik Indonesia dengan melawan kelompok pasukan penjajah yang masih ada di tanah air.

Perjuangan ini melibatkan para ulama dan santri serta berbagai elemen bangsa Indonesia. Kemudian, perjuangan yang berlandaskan jihad kebangsaan tersebut juga melahirkan peristiwa heroik pada 10 November 1945 di Surabaya yang dikenal dengan Hari Pahlawan. Dengan demikian, fatwa 'Resolusi Jihad' itu dijadikan landasan peringatan Hari Santri setiap tanggal 22 Oktober.

Jihad para pahlawan di era perjuangan adalah dengan mengangkat senjata melawan para penjajah. Dan di saat ini, jihad para santri adalah dengan belajar bersungguh-sungguh untuk turut serta mengharumkan nama bangsa.


Berikan Komentar
Silakan tulis komentar dalam formulir berikut ini (Gunakan bahasa yang santun). Komentar akan ditampilkan setelah disetujui oleh Admin