Peringatan Maulud Nabi Muhammad SAW di MTs Negeri 5 Malang

  • Mas Admin
  • Disukai 0
  • Dibaca 760 Kali
Dokumentasi kegiatan

Setiap bulan Rabiul Awal tiba, umat Islam selalu merayakan peristiwa penting dalam sejarah, yaitu kelahiran Nabi Muhammad SAW. Peringatan Maulid Nabi merupakan suatu hal yang baik dan sangat dianjurkan. Menurut Sayid Muhammad bin Alawi al Maliki, mengadakan(peringatan) Maulid Nabi SAW merupakan suatu tradisi dari tradisi-tradisi baik yang mengandung banyak manfaat dan faidah yang kembali kepada manusia, sebab adanya karunia yang besar(di dalamnya).

MTs Negeri 5 Malang sebagai lembaga pendidikan yang mengedapankan aspek keagamaan, turut menyelenggarakan peringatan Maulid Nabi ini. Bentuk kegiatan yang dilaksanakan adalah kegiatan perlombaan dan pembacaan salawat serta mauidhoh hasanah.

Bentuk lomba yang dilaksanakan dalam rangka Maulud Nabi ini adalah lomba Mahallul Qiyam (Salawat Diba’) dan Lomba Kaligrafi. Dilaksanakan di depan gedung Tata Usaha MTs Negeri 5 Malang, seluruh kelas yang berjumlah 26 dari jenjang kelas 7,8, dan 9 di madrasah ini turut serta dalam kegiatan tersebut. Dalam pelaksanaan lomba yang sangat meriah ini, setiap kelas dipimpin oleh satu orang dengan anggota terdiri dari seluruh peserta didik dari kelas masing-masing. 

Sebelum pelaksanaan lomba, latihan rutin dilaksanakan setelah salat jamaah Dhuhur dalam waktu beberapa hari. Supardi, koordinator keagamaan MTs Negeri 5 Malang mengungkapkan bahwa ajang lomba ini bertujuan agar para peserta didik semakin mengenal salawat Diba’ sebagai hasanah keagamaan sekaligus wasilah mahabbah kepada baginda Nabi Muhammad SAW.  

Tiga juri dari lomba Mahallul Qiyam adalah Anang Zunaidi, Adib Qosim, dan Enik Iswanti.  Sementara aspek yang dinilai adalah makhroj/tajwid, suara/lagu, dan kekompakan. Untuk meraih hasil terbaik, para peserta lomba memakai busana muslim untuk menunjukkan kekompakan. Berbagai varian lagu pun dipakai dalam melantunkan salawat di ajang lomba ini. 

Pemenang lomba ini diumumkan pada hari Senin, 2 OKtober 2023. Sementara itu, masing-masing jenjang diambil dua pemenang. Para pemenang di jenjang kelas 7 adalah tim kelas 7H sebagai juara 1 dan disusul kelas 7D sebagai juara 2. Sementara untuk jenjang kelas 8, kelas 8A sebagai juara 1 dan kelas 8H menjadi juara 2. Untuk jenjang kelas 9,pemenang lomba Mahallul Qiyam adalah kelas 9I untuk juara 1, dan kelas 9A sebagai juara 2. Hadiah lomba ini diberikan langsung oleh kepala TU MTs Negeri 5 Malang yaitu Imam Syaiful Huda.

Sementara untuk lomba kaligrafi yang menjadi juri  adalah Agus Basuki dan Andi Mukhtar. Lomba ini diikuti oleh dua orang peserta yang terdiri dari 1 putra dan 1 putri untuk setiap kelasnya. Sehingga, total peserta lomba kaligrafi adalah 52 orang putra dan putri. Dimulai pukul 08.00, lomba kaligrafi selesai pada pukul 12.00. Pemenang lomba kaligrafi diambil dua kategori yaitu putra dan putri. Kategori Kaligrafi Putra pemenangnya adalah Muhammad Azzam kelas 7A untuk juara 1. Juara 2 diraih oleh Fatan dari kelas 9A, dan juara 3 diraih oleh Evan Fahris kelas 7B. Hadiah lomba kaligrafi ini  diberikan oleh kepala MTs Negeri 5 Malang; Ahmad Musthofa setelah diumumkan oleh Irwanto, Waka Kesiswaan MTs Negeri 5 Malang.  

Pada saat pelaksanaan lomba, Ahmad Musthofa turut hadir dan memantau secara langsung jalannya lomba. Selain mengharap munculnya para peserta didik yang berbakat di dua lomba tersebut, kepala madrasah itu berharap peringatan Maulid Nabi ini bisa menjadi tambahan keberkahan bagi madrasah serta menjadi wasilah diperolehnya syafaat Nabi Muhammad SAW. 

Sebelum pengumuman para pemenang lomba, pada hari Jum’at(28/10) dilaksanakan puncak peringatan Maulud Nabi Muhammad SAW. Kegiatan diawali dengan melaksanakan salat Dhuha secara berjamaah dan dilanjutkan dengan salawatan. Acara salawatan dipimpin oleh Tim Salawat Al Banjari MTs Negeri 5 Malang. Maudhoh hasanah yang merupakan inti acara disampaikan  oleh Ustadz Rukiyan. Dalam kesempatan ini, guru Matematika MTs Negeri 5 Malang tersebut mengajak para peserta didik untuk meneladani sifat-sifat Nabi Muhammad SAW. Setelah mauidhoh hasanah, para peserta didik saling berbagi buah yang telah mereka bawa dari rumah masing-masing.